• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Dampak Melemahnya Dolar terhadap Permintaan Emas sebagai Safe Haven

Harga emas di pasar internasional kembali mengalami lonjakan signifikan, bergerak di zona positif. Penurunan nilai dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ketegangan dalam negosiasi gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina telah meningkatkan permintaan terhadap aset aman ini.

Pada perdagangan kemarin, Kamis (24/4), harga emas di pasar spot melonjak 1,85% menjadi US$3.348,23 per troy ons. Kenaikan ini berhasil mengakhiri penurunan harga emas yang terjadi selama dua hari berturut-turut, yang mencapai -4%.

Pada perdagangan hari ini, Jumat (25/4), hingga pukul 06.29 WIB, harga emas di pasar spot naik 0,18% menjadi US$3.354,04 per troy ons. Kenaikan harga emas pada hari Kamis terjadi setelah penurunan pada sesi sebelumnya, didorong oleh melemahnya dolar dan pencarian harga murah untuk emas. Selain itu, perhatian pasar tetap tertuju pada berita terkait hubungan perdagangan AS dengan China dan negosiasi gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina.

Tai Wong, seorang pedagang logam independen, menyatakan bahwa kenaikan harga emas hingga US$3.500 per troy ons mungkin terlalu tinggi dan perlu sedikit penyesuaian. Ia memperkirakan bahwa emas akan diperdagangkan secara sideways dalam beberapa sesi mendatang, meskipun pasar saat ini sedang dalam tren naik, sehingga penurunan signifikan mungkin akan terjadi.

Di pasar lain, saham mengalami pergerakan rebound, sementara dolar kehilangan daya tarik karena investor berusaha memahami perubahan arah kebijakan Trump. Dolar yang lebih lemah dan sentimen risk-off membuat emas batangan sebagai aset aman semakin menarik bagi investor.

Pada perdagangan Kamis (24/4), indeks dolar AS melemah 0,47% menjadi 99,38, setelah mengalami penguatan selama dua hari berturut-turut. Sementara itu, China meminta agar semua tarif "unilateral" AS dibatalkan dan menegaskan bahwa mereka belum melakukan pembicaraan dagang dengan Washington, meskipun pemerintah AS mengklaim telah ada keterlibatan.

Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah warga Amerika yang mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran meningkat sedikit minggu lalu, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap kuat meskipun ekonomi semakin memburuk akibat tarif barang impor. Selain itu, permintaan terhadap aset aman juga meningkat seiring dengan tanda-tanda ketegangan yang meningkat dalam negosiasi gencatan senjata yang ditengahi AS antara Rusia dan Ukraina, terutama setelah serangan pesawat nirawak dan rudal yang dilancarkan Moskow ke Kyiv pada hari Rabu.

Hal ini terjadi di tengah kritik Trump terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy terkait keberatannya terhadap pendudukan Rusia di Krimea pada tahun 2014. Wakil Presiden Trump, JD Vance, memperingatkan bahwa AS mungkin akan menarik diri dari negosiasi gencatan senjata, sementara beberapa pejabat tinggi AS juga mundur dari perundingan gencatan senjata di London minggu ini.

 

CNBC

 

 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?