• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Emas Masih Jadi Aset Aman di Tengah Ketegangan Dunia

Harga emas kembali mencapai rekor tertinggi pada hari ini, Senin (21/4). Mengacu pada data dari CNBC, harga emas pada pukul 12.55 WIB berada di angka US$ 3.381,69 per troy ons, meningkat sebesar 1,62%. Emas bahkan sempat mencapai US$ 3.385,56 per troy ons selama perdagangan intraday hari ini, yang merupakan level tertinggi sejak Kamis pekan lalu di angka US$ 3.357,4 per troy ons. Namun, harga emas sempat melemah pada perdagangan Kamis dan ditutup di US$ 3.327,54 per troy ons.

Lonjakan harga emas ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global di tengah perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, ditambah dengan pelemahan dolar AS yang mendukung kenaikan harga emas. Selain itu, indeks dolar (.DXY) juga jatuh ke titik terendah dalam tiga tahun terakhir, mencapai 98 pada hari ini. Pelemahan dolar menjadikan emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya, karena pembeliannya menggunakan dolar.

"Secara fundamental, pasar sedang mempertimbangkan risiko geopolitik yang meningkat, yang disebabkan oleh ketegangan tarif AS dan kekhawatiran akan stagflasi, sementara permintaan dari bank sentral yang tetap tinggi memberikan dorongan tambahan untuk harga emas," ungkap Yeap Jun Rong, seorang ahli strategi pasar di IG, kepada Reuters.

Sebagaimana diketahui, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif "resiprokal" terhadap puluhan negara pada 2 April. Meskipun pemerintahannya sempat menangguhkan tarif untuk beberapa negara, ketegangan dagang dengan China justru meningkat. Pada hari ini, China memperingatkan negara-negara lain agar tidak menjalin kesepakatan ekonomi yang lebih luas dengan AS yang merugikan kepentingan Beijing, sebuah langkah yang dilaporkan sedang diupayakan oleh Trump bagi negara-negara yang menginginkan keringanan atau pengecualian tarif.

Sementara itu, Trump melancarkan serangkaian kritik terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, dan timnya sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk memecat Powell. Di sisi geopolitik, Rusia dan Ukraina saling menuduh melakukan ribuan pelanggaran terhadap gencatan senjata satu hari yang diumumkan oleh Presiden Vladimir Putin. Pihak Kremlin menyatakan tidak ada perintah untuk memperpanjang jeda pertempuran di garis depan. Isu-isu ini semakin memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).


 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?