• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Tariff Trump: Pendorong Pertumbuhan Ekonomi China?

Ekonomi China mencatat pertumbuhan sebesar 5,4% pada kuartal pertama (Q1) tahun 2025, melampaui ekspektasi. Hal ini dipicu oleh kebijakan tarif dagang yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mendorong para eksportir untuk segera mengeluarkan barang dari pabrik di China sebelum bea masuk baru diberlakukan. Data resmi yang dirilis pada Rabu (16/4) memberikan gambaran mengenai dampak ketakutan akan perang dagang terhadap pemulihan ekonomi China, yang sebelumnya belum sepenuhnya pulih pasca Covid-19, akibat rendahnya konsumsi dan krisis utang di sektor properti.

Menurut pengumuman dari Biro Statistik Nasional (NBS), produk domestik bruto (PDB) pada kuartal pertama meningkat 5,4% dibandingkan tahun lalu, dengan harga yang konstan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi 5,1% yang dibuat oleh para analis yang disurvei oleh AFP. Selain itu, output industri mengalami lonjakan 6,5% pada kuartal pertama tahun ini, meningkat dari 5,7% dalam tiga bulan terakhir tahun 2024.

Penjualan ritel, yang menjadi indikator utama permintaan konsumen, juga naik 4,6% dibandingkan tahun lalu. Meski demikian, NBS memberikan peringatan bahwa situasi ekonomi global semakin kompleks dan sulit saat ini, sehingga diperlukan lebih banyak strategi untuk meningkatkan pertumbuhan dan konsumsi. NBS menegaskan bahwa landasan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan belum sepenuhnya terbangun, dan ada kebutuhan untuk kebijakan makro yang lebih proaktif dan efektif. Saat ini, Beijing dan Washington terjebak dalam perang dagang, dengan tarif timbal balik yang diterapkan Trump mencapai 145% terhadap China, sementara China memberlakukan tarif balasan 125% terhadap barang-barang dari AS.

CNBC

 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?