• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Rupiah Beraksi Positif, Sentuh Rp16.510 per Dolar!

Nilai tukar rupiah mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya di level 4,50-4,75%.

Menurut laporan CNBC, pada Rabu, nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp16.510 per US$, menguat tipis sebesar 0,06%. Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 08:56 WIB juga melemah sedikit sebesar 0,01% menjadi 103,42, angka ini lebih rendah dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka 103,43.

Sentimen yang mempengaruhi mata uang rupiah hari ini tampaknya berasal dari faktor eksternal, terutama setelah keputusan The Fed untuk menahan suku bunganya pada Kamis dini hari waktu Indonesia.

The Fed telah kembali mempertahankan suku bunganya di level 4,25-4,50% bulan ini dan juga mengingatkan akan potensi ancaman resesi di AS. Pengumuman suku bunga oleh The Fed dilakukan pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia (20/3). Ini merupakan kali kedua The Fed menahan suku bunganya setelah terakhir kali menurunkan suku bunganya pada pertemuan Desember 2024.

Dampak dari kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump, serta kebijakan fiskal agresif berupa pemotongan pajak dan deregulasi masih belum jelas, namun The Fed tetap memproyeksikan kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar setengah poin persentase hingga tahun 2025. Mengingat The Fed biasanya melakukan perubahan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase, ini berarti ada potensi dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini.

"Jika ekonomi tetap kuat dan inflasi tidak bergerak secara berkelanjutan menuju 2%, kami dapat mempertahankan kebijakan yang ketat lebih lama. Sebaliknya, jika pasar tenaga kerja melemah secara tak terduga atau inflasi turun lebih cepat dari yang diperkirakan, kami siap untuk melonggarkan kebijakan sesuai kebutuhan," ungkap Jerome Powell, setelah rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Dalam pernyataan pasca-pertemuan, FOMC menekankan meningkatnya ketidakpastian dalam kondisi ekonomi saat ini.

CNBC

 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?