• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Minyak Dunia Merosot, Apakah Ini Pertanda Buruk?

Harga minyak dunia kembali mengalami penurunan pada perdagangan Rabu (19/3). Minyak mentah Brent ditutup pada level US$70,38 per barel, turun dari posisi sebelumnya yang berada di US$70,56 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga melemah menjadi US$66,72 per barel, dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang mencapai US$66,90 per barel.

Penurunan harga minyak ini terjadi akibat laporan industri yang menunjukkan peningkatan stok minyak mentah di Amerika Serikat (AS). Data dari American Petroleum Institute (API) mengindikasikan bahwa persediaan minyak mentah AS mengalami lonjakan sebesar 4,6 juta barel dalam sepekan terakhir. Meskipun terjadi penurunan stok di pusat penyimpanan utama di Cushing, Oklahoma, kenaikan total stok minyak nasional memicu kekhawatiran akan melimpahnya pasokan, sehingga menekan harga lebih lanjut.

Selain faktor-faktor tersebut, ketegangan geopolitik juga memberikan dampak negatif terhadap pergerakan harga minyak. Presiden AS Donald Trump kembali mendesak Iran untuk mengontrol kelompok Houthi di Yaman, dengan menuduh Teheran bertanggung jawab atas meningkatnya serangan dari kelompok tersebut. Di sisi lain, hubungan antara Washington dan Moskow juga menjadi sorotan setelah Trump mengakhiri panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang membahas konflik di Ukraina.

Dengan adanya kombinasi sentimen negatif dari peningkatan stok minyak AS dan ketegangan geopolitik, harga minyak berpotensi untuk terus berfluktuasi. Para pelaku pasar kini menanti data resmi mengenai stok minyak dari Energy Information Administration (EIA) serta kebijakan yang akan diambil oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC+) untuk mendapatkan indikasi lebih lanjut mengenai arah pergerakan harga minyak ke depan.

CNBC

 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?