Data Pergerakan Harga Hari Sebelumnya:
Open: 2915.67 | High: 2940.33
Close: 2933.27 | Low: 2906.07
Support-Resistance Hari Ini
Pivot: 2926.56
R1: 2947.04 | S1: 2912.78
R2: 2960.82 | S2: 2892.30
R3: 2981.30 | S3: 2878.52
Daily Average: 37 poin
Harga emas dunia menguat ke level tertingginya dalam dua pekan terakhir pada hari Rabu setelah hasil data ekonomi AS yang lebih lemah dari ekspektasi. Data yang kemarin dirilis dari Amerika Serikat melaporkan bahwa laju inflasi di tingkat konsumen melambat sepanjang bulan Februari. Hasil data tersebut membuka harapan untuk pemangkasan suku bunga lanjutan oleh bank sentral AS, dan membuat aset non-bunga seperti logam mulia menjadi lebih menarik di mata investor. Pelaku pasar selanjutnya akan menunggu laporan inflasi di tingkat produsen yang akan dirilis pada hari Kamis sebelum berspekulasi lebih jauh. Sementara itu, kenaikan tarif impor untuk produk besi dan aluminium mulai dijalankan oleh AS pada hari Rabu. Hal ini berpotensi menjadi pemicu perang dagang antara AS dan negara-negara Eropa, serta dapat mendorong permintaan aset safe haven seperti logam mulia.
Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2934 per troy ons dan masih berada dalam bias bullish berkat dorongan dari faktor fundamental. Harga emas hari ini berpotensi menguji level resistance di area 2947. Break ke atas resistance tersebut akan menopang tren bullish lanjutan yang dapat membawa harga emas naik mengincar rekor tertinggi baru di dekat area resistance 2960. Skenario kenaikan ini akan gagal jika harga emas bergerak turun melewati level pivot harian yang menjadi batas bawah zona bullish. Pergerakan di bawah area pivot dapat membawa harga emas turun menguji level support di area 2913 yang jika ditembus dapat menekan harga emas kembali ke dekat level psikologis 2900.
Bagikan Berita Ini