• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Berita Buruk untuk Investor Emas Harga Turun Lagi!

Investor emas kembali merasakan kekecewaan akibat penurunan harga. Harga emas internasional telah jatuh dari level psikologis US$2.900 per troy ons. Penurunan ini disebabkan oleh aksi mengambil keuntungan saat perhatian pasar tertuju pada angka inflasi di Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan sebelumnya, Senin (10/3), harga emas di pasar spot turun 0,73% menjadi US$2.889,39 per troy ons. Penurunan ini menjadikan harga emas meninggalkan level psikologis tersebut, dan penutupan kemarin menjadi yang terendah dalam lima hari terakhir.

Harga emas mengalami sedikit penurunan dalam tiga hari terakhir setelah sempat melonjak tinggi. Dalam periode tersebut, harga emas mengalami penurunan dua kali dan satu kali peningkatan yang sangat tipis, yakni 0,03%.

Pada perdagangan hari ini, Selasa (11/3), hingga pukul 06.10 WIB, harga emas di pasar spot melemah 0,15% menjadi US$2.885,09 per troy ons. Penurunan harga emas pada hari Senin dipicu oleh aksi ambil untung yang mengimbangi permintaan aset safe haven karena ketidakpastian geopolitik, sementara perhatian pasar kini tertuju pada inflasi AS.

Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, mengatakan kepada Reuters, "Ada sedikit jeda dalam harga emas karena aksi ambil untung dan pasar saham yang melemah. Namun, kita mungkin akan melihat beberapa tawaran safe haven nanti."

Indeks saham berjangka AS mengalami penurunan karena kekhawatiran bahwa tarif balasan dapat mempengaruhi ekonomi terbesar di dunia. Presiden AS Donald Trump menolak untuk memprediksi apakah AS akan menghadapi resesi di tengah kekhawatiran pasar saham atas kebijakan tarifnya.

Trump baru-baru ini memberlakukan tarif baru sebesar 25% pada impor dari Meksiko dan Kanada, serta bea baru pada barang-barang dari China. Namun, dua hari kemudian, ia membebaskan banyak impor dari Meksiko dan beberapa dari Kanada dari tarif tersebut selama sebulan.

Wyckoff menambahkan, "Ketidakpastian mengenai perang dagang dan resesi ekonomi global semuanya menguntungkan emas, dan rekor tertinggi mungkin terjadi lagi. Data yang lebih lemah dari perkiraan akan menguntungkan emas."

Investor juga menantikan data Indeks Harga Konsumen AS yang akan dirilis pada hari Rabu, serta data Indeks Harga Produsen pada hari Kamis. Saat ini, para pelaku pasar sepenuhnya memperkirakan penurunan suku bunga AS untuk bulan Juni.

Ketua The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menyatakan pada hari Jumat bahwa masih harus dilihat apakah rencana tarif pemerintahan Trump akan terbukti berdampak inflasi. Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

 

CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?