• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Dolar AS Terpuruk, Rupiah Ambil Kesempatan Menguat

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penguatan pada hari Senin, 4 Maret 2024, setelah rilis data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan. Pada pukul 15:30 WIB, rupiah menguat 0,22% ke level Rp15.633 per dolar AS. Penguatan ini terjadi seiring dengan melemahnya dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.

Data ekonomi AS yang dirilis menunjukkan perlambatan pertumbuhan sektor jasa pada bulan Februari, yang mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan mempertimbangkan penurunan suku bunga lebih cepat. Indeks manajer pembelian (PMI) jasa AS turun ke 52,6 pada Februari dari 53,4 pada Januari, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 53,0.

Laporan ketenagakerjaan AS juga menunjukkan tanda-tanda pelemahan, dengan tingkat pengangguran naik menjadi 3,9% pada Februari dari 3,7% pada Januari. Meskipun demikian, pertumbuhan upah tetap kuat, dengan upah per jam rata-rata naik 0,1% bulan-ke-bulan dan 4,3% tahun-ke-tahun.

Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, diperkirakan akan memberikan kesaksian di depan Kongres AS pada minggu ini. Pasar akan memperhatikan dengan seksama setiap indikasi mengenai arah kebijakan moneter AS. Saat ini, pasar memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga pertama oleh Fed pada bulan Juni sebesar 65%.

Analis memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp15.600 hingga Rp15.700 per dolar AS dalam waktu dekat, dengan potensi penguatan lebih lanjut jika data ekonomi AS terus menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?