• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Rupiah Menguat ke Level Rp16.200-an Setelah Menyentuh Titik Terendah

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam seminggu terakhir cukup mengejutkan. Rupiah sempat mencapai titik terendah, namun kini kembali berada di kisaran Rp16.200-an. 

Berdasarkan informasi dari Refinitiv, rupiah dibuka menguat sebesar 0,37% pada angka Rp16.250/US. pada hari ini, Kamis (5 Maret 2025). Sebelumnya, pada Jumat 28 Februari 2025,rupiah mencapai level Rp16.575/US. 

Namun, pada 3 Maret 2025, rupiah mulai menguat hingga hari ini. Jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu, rupiah telah melemah sebesar 1,27% (year to date). Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 08:52 WIB mengalami penurunan sebesar 0,14% menjadi 104,16, lebih rendah dibandingkan posisi kemarin (5 Maret 2025) yang berada di angka 104,3. 

Pada 28 Februari 2025, DXY mencapai 107,55.Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual, menjelaskan bahwa penguatan rupiah dipicu oleh melemahnya indeks dolar, yang disebabkan oleh data PMI Manufaktur AS yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) yang turun ke level 50,3 pada Februari, dari sebelumnya 50,9 pada Januari. "Ini lebih disebabkan oleh melemahnya indeks dolar. 

DXY bergerak turun didorong oleh data ISM yang lebih lemah di Amerika Serikat," ungkap David kepada CNBC Indonesia, Selasa (4 Maret 2025). Ia memperkirakan bahwa dalam jangka pendek, kurs rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.300-16.600/US$. Penguatan dari sisi internal hanya didorong oleh tekanan inflasi yang rendah.

CNBC

 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?