• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Minyak Dunia Turun Imbas Kenaikan Produksi OPEC+

Harga minyak dunia mengalami penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Rabu, 5 Maret 2025. Hal ini terjadi setelah negara-negara produsen minyak utama sepakat untuk meningkatkan produksi mulai bulan April mendatang. Sentimen pasar semakin memburuk akibat kebijakan tarif yang diterapkan oleh Amerika Serikat terhadap Kanada, Meksiko, dan China. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran akan perlambatan pertumbuhan ekonomi global serta penurunan permintaan bahan bakar.

Harga minyak mentah Brent melemah ke angka US$70,66 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun menjadi US$67,56 per barel.Keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi minyak mulai April menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan harga.

Kartel minyak yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia memutuskan untuk menambah produksi sebesar 138.000 barel per hari. Langkah ini menjadi bagian dari upaya bertahap untuk mengurangi kebijakan pemangkasan produksi yang telah diterapkan sejak tahun 2022."Keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi merupakan faktor bearish yang signifikan, terutama di tengah data ekonomi AS yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan," ungkap analis dari Citi dalam sebuah laporan.Selain faktor pasokan, kebijakan tarif perdagangan yang diterapkan pemerintah AS juga memberikan tekanan tambahan pada pasar.

Kebijakan baru ini diumumkan oleh administrasi Presiden Donald Trump.Sementara itu, data dari American Petroleum Institute (API) mencatat penurunan stok minyak mentah AS sebesar 1,46 juta barel pada pekan yang berakhir pada 28 Februari 2025. Para pelaku pasar kini menantikan data resmi dari Badan Informasi Energi AS (EIA) yang akan dirilis hari ini untuk mendapatkan gambaran lebih rinci mengenai keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar minyak dunia.Dengan kombinasi peningkatan produksi dari OPEC+, ketidakpastian kebijakan perdagangan AS, serta kondisi ekonomi global yang tidak stabil, harga minyak diperkirakan akan terus berfluktuasi dalam waktu dekat.

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?