• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Dolar AS di Atas Angin, Rupiah Masih Cari Tenaga

Pada perdagangan Selasa, 18 Februari 2025, nilai tukar rupiah melemah tipis. Berdasarkan data CNBC, rupiah dibuka melemah sebesar 0,12% menjadi Rp16.230 per dolar AS. Jika pelemahan ini bertahan hingga penutupan sesi, maka tren penguatan rupiah selama empat hari berturut-turut sebelumnya akan berbalik.

Pelemahan nilai tukar rupiah ini terjadi seiring dengan penguatan indeks dolar AS (DXY). Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, indeks dolar menguat sebesar 0,14% menjadi 106,88 pada saat pembukaan perdagangan pagi ini.

Dari sisi sentimen domestik, hari ini Bank Indonesia (BI) memulai Rapat Dewan Gubernur edisi Februari. Hasil kebijakan moneter yang dinantikan dari pertemuan ini berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.

Namun demikian, terdapat dua sentimen positif yang mendukung perekonomian Indonesia, yakni aturan baru terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) serta delapan kebijakan ekonomi yang diumumkan Presiden Prabowo. Dalam kebijakan terbarunya, DHE dari Sumber Daya Alam (SDA) diwajibkan masuk ke sistem keuangan Indonesia sebesar 100% dalam jangka waktu 12 bulan dan berlaku mulai 1 Maret 2025.

Aturan ini juga memberikan fleksibilitas tertentu bagi eksportir untuk menggunakan DHE guna kebutuhan operasional. Hal ini diharapkan dapat memberikan kelonggaran atas kekhawatiran terkait pengetatan likuiditas. Selain itu, Presiden Prabowo juga mengungkapkan sejumlah kebijakan yang bertujuan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2025.

CNBC

 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?