• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Kekhawatiran Tarif Baru Bikin Mata Uang Asia Lesu!

Rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Selasa (11/2). Indeks dolar AS semakin kuat terhadap mata uang lainnya setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan ancaman tarif baru untuk semua impor baja dan aluminium.

Menurut laporan dari CNBC, rupiah dibuka melemah 0,06% menjadi Rp16.350 per dolar AS. Pelemahan ini melanjutkan tren penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Senin (10/2), rupiah ditutup terdepresiasi 0,43% di level Rp16.340 per dolar AS.

Dolar AS terus menguat pada hari ini, dengan indeks DXY naik 0,06% menjadi 108,38 pada pukul 09.00 WIB. Penguatan ini didorong oleh janji Trump untuk memberlakukan tarif 25% pada semua impor baja dan aluminium.

Edi Susianto, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, menyatakan bahwa sentimen pelemahan rupiah masih berkaitan dengan kebijakan Trump. Ia menambahkan bahwa hampir semua mata uang Asia mengalami pelemahan terhadap dolar AS, termasuk mata uang utama seperti dolar Kanada, yen Jepang, euro, dan sterling, yang semuanya tertekan oleh kekhawatiran dampak dari tarif perdagangan baru.

Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, menyatakan optimisme bahwa Jepang dapat menghindari tarif yang lebih tinggi, mengingat investasi besar Jepang di AS. Sementara itu, Ketua The Federal Reserve, Jerome Powell, akan bersaksi di hadapan Kongres pada hari Selasa dan Rabu, di mana ia diperkirakan akan menyampaikan bahwa ekonomi AS masih dalam kondisi baik.

Fokus utama ekonomi AS minggu ini adalah data inflasi harga konsumen untuk bulan Januari yang akan dirilis pada hari Rabu.

CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?