• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Analisis Goldman Sachs tentang Dampak Tarif Balasan China

Meski sempat menguat di awal hari, harga minyak mentah di pasar spot hari ini mengalami penurunan. Pada hari Rabu (05/02) pukul 10:36 WIB, harga minyak brent dan WTI mengalami penurunan, masing-masing sebesar 0,44% dan 0,31%, berada di posisi US$75,86 dan US$72,47 per barel.

Menurut laporan Reuters, harga minyak mengalami sedikit perubahan di awal hari Rabu setelah sesi perdagangan yang fluktuatif sebelumnya. Investor tampaknya mengabaikan dampak tarif impor China terhadap energi AS. Namun, upaya terbaru Presiden AS, Donald Trump, untuk menghentikan ekspor minyak mentah Iran memberikan sedikit dukungan bagi harga minyak.

Pada hari Selasa, harga minyak mengalami fluktuasi yang signifikan, dengan WTI turun hingga 3%, mencapai level terendah sejak 31 Desember, setelah China mengumumkan tarif atas impor minyak, LNG, dan batu bara dari AS sebagai balasan atas tarif AS terhadap ekspor China.

Namun, harga minyak kembali naik setelah Trump memulai kembali kampanye "tekanan maksimum" terhadap Iran, yang bertujuan untuk membatasi program nuklir negara tersebut. Kampanye ini sebelumnya telah berhasil mengurangi ekspor minyak Iran hingga nol selama masa jabatan pertamanya.

Menurut analis Goldman Sachs, dampak tarif balasan China terhadap harga energi akan terbatas, karena tarif ini tidak mengubah pasokan atau permintaan global atas komoditas tersebut. Kedua negara masih dapat menemukan pasar alternatif untuk ekspor mereka.

Meski Trump menyatakan keterbukaan untuk berdialog dengan Iran, rencananya bisa berdampak pada sekitar 1,5 juta barel per hari ekspor minyak Iran, menurut analis ANZ yang mengutip data pelacakan kapal.

Harga minyak juga dipengaruhi oleh peningkatan stok minyak mentah dan bahan bakar di AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia. Stok minyak mentah naik 5,03 juta barel dalam pekan yang berakhir 31 Januari, menurut sumber pasar yang mengutip data API. Persediaan bensin naik 5,43 juta barel, sedangkan stok distilat turun 6,98 juta barel, menurut laporan API. Data resmi stok minyak pemerintah AS dijadwalkan akan dirilis pada hari Rabu.

CNBC

 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?