• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Ketidakpastian Kebijakan Trump Mempertahankan Permintaan Emas

Pada hari Rabu, harga emas terus menguat seiring dengan pelemahan dolar pasca rilis data inflasi inti Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan angka di bawah ekspektasi. Hal ini meredakan kekhawatiran inflasi dan memicu kembali harapan bahwa Federal Reserve mungkin belum selesai dengan siklus pelanggarannya. 

Data dari CNBC menunjukkan bahwa harga emas dunia naik 0,7% menjadi US$2.695,82 per troy ons. Pada Kamis pagi, harga emas stabil di US$2.696,04 per troy ons, naik 0,01%. Inflasi inti AS, yang tidak memperhitungkan komponen makanan dan energi yang volatil, naik 3,2% secara tahunan, lebih rendah dari perkiraan kenaikan 3,3%. 

Hal ini memberikan dampak positif bagi emas dan menunjukkan bahwa Federal Reserve mungkin tidak akan mengecualikan kemungkinan pemotongan suku bunga. Pasar saat ini memperkirakan Federal Reserve akan memotong suku bunga sebesar 40 basis poin pada akhir tahun.

Pelemahan indeks dolar membuat emas menjadi lebih menarik bagi pemegang mata uang lain. Investor khawatir bahwa potensi tarif setelah Donald Trump kembali ke Gedung Putih minggu depan dapat memicu inflasi dan membatasi kemampuan Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga secara lebih signifikan.

 Emas, yang tidak menghasilkan imbal hasil, dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, ketidakpastian seputar tarif dan kebijakan perdagangan Trump terhadap ekonomi global dan potensi dampaknya terhadap pertumbuhan kemungkinan akan mempertahankan permintaan emas sebagai aset safe-haven.

CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?