Harga emas global kembali menguat pada awal perdagangan Senin (10/1), melanjutkan tren positif sepanjang pekan sebelumnya. Menurut data CNBC, harga emas di pasar spot pada pukul 06.10 WIB tercatat sebesar US$2.690,14 per troy ons, naik tipis 0,03% dibanding posisi sebelumnya. Pekan lalu, harga emas mencatat kenaikan mingguan sebesar 2,5%, didorong oleh lonjakan permintaan safe haven akibat meningkatnya ketidakpastian global.
Laporan pekerjaan di Amerika Serikat yang dirilis pekan lalu menunjukkan penambahan 256.000 lapangan kerja pada Desember, jauh melampaui perkiraan 160.000. Meski data ini menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja, muncul spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan lebih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga.
Namun, investor tetap menjadikan emas sebagai aset perlindungan nilai di tengah kekhawatiran terhadap kebijakan proteksionis Donald Trump, termasuk rencana penerapan tarif perdagangan universal. Ketidakpastian ini berpotensi memicu inflasi, sehingga memperkuat daya tarik emas sebagai aset anti-inflasi.
David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, menyatakan bahwa meski data pekerjaan AS kuat, emas tetap menunjukkan daya tahan karena ketidakpastian menjelang pelantikan presiden AS. Selain itu, risalah rapat The Fed pada Desember mengindikasikan bahwa kebijakan suku bunga akan disesuaikan dengan hati-hati, mempertimbangkan dampak dari langkah-langkah ekspansif Trump.
Jelang pelantikan Presiden terpilih Donald Trump pada 20 Januari, investor khawatir kebijakan proteksionis Trump, seperti tarif impor, akan memicu inflasi dan membatasi ruang gerak The Fed untuk memangkas suku bunga. Sejak awal tahun, harga emas telah naik lebih dari US$65 per troy ons, dengan dukungan dari ketidakpastian geopolitik, sentimen pasar terhadap kebijakan Trump, dan tekanan ekonomi global.
Pada Jumat, harga emas sempat turun ke US$2.663,09 sebelum melonjak tajam hingga menembus US$2.686,24. Tren positif ini mencerminkan keengganan pelaku pasar untuk menjual emas di tengah tingginya ketidakpastian. Dengan kondisi ini, tren penguatan harga emas diperkirakan berlanjut dalam beberapa pekan mendatang.
Bagikan Berita Ini