• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Peran Non-Farm Payroll dalam Kebijakan Moneter AS dan Dampaknya terhadap Rupiah

Nilai rupiah mengalami penurunan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam menunggu rilis data ketenagakerjaan dari AS malam ini. Menurut laporan dari CNBC, rupiah dibuka dengan penurunan sebesar 0,09% pada angka Rp16.210/US pada hari ini, Jumat(10/1). Hanya Dalam Waktu Empat Menit Setelah Perdagangan Dimulai,rupiah tampak mengalami peningkatan sebesar 0,03 pada hari ini, Jumat(10/1).

Hanya Dalam Waktu Empat Menit Setelah Perdagangan Dimulai,rupiah tampak mengalami peningkatan sebesar,03. Di sisi lain, indeks dolar AS/DXY pada pukul 08:55 WIB mengalami penurunan tipis sebesar 0,02% pada angka 109,16. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan posisi sehari sebelumnya (9/1) yang berada pada angka 109,18. Fluktuasi nilai rupiah hari ini tampaknya masih akan cukup besar dalam menunggu data dari AS malam ini. 

Malam ini, data non-farm payroll (NFP) akan dirilis. Ini sangat penting karena akan memberikan gambaran berapa banyak tenaga kerja dari karyawan di perusahaan swasta dan pemerintah. Sekitar 80% tenaga kerja di AS terhitung sebagai NFP, sehingga data ini menjadi gambaran yang ideal untuk kondisi ketenagakerjaan AS terkini. NFP juga menjadi indikator kesehatan ekonomi selain inflasi untuk menjadi dasar pertimbangan kondisi perusahaan AS yang akan berdampak pada kebijakan moneter the Fed.

Jika NFP ini masih tinggi, maka kebijakan moneter akan cenderung lebih ketat. Data ini juga berdampak pada volatilitas pasar jangka pendek yang sering dimanfaatkan para trader, khususnya forex. Selain itu, NFP menjadi gambaran tentang potensi aktivitas konsumsi ke depannya karena berhubungan dengan pekerjaan seseorang untuk mendapatkan gaji yang menunjang daya beli masyarakat.

Data NFP pada November tercatat 227.000, naik signifikan dari bulan sebelumnya yang hanya bertambah 36.000, hal ini terjadi karena pada Oktober terjadi force majour di AS. Menurut laman penghimpun data tradingeconomics, pasar saat ini berharap NFP untuk periode Desember 2024 akan mendingin dengan laju peningkatan yang lebih landai di 160.000 pekerjaan. Sementara itu, tingkat pengangguran diharapkan masih akan berada di 4,2%, sama seperti bulan sebelumnya.

 

CNBC

 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?