Data Pergerakan Harga Hari Sebelumnya:
Open: 2657.43 | High: 2665.18
Close: 2638.10 | Low: 2636.84
Support-Resistance Hari Ini
Pivot: 2646.71
R1: 2656.57 | S1: 2628.23
R2: 2675.05 | S2: 2618.37
R3: 2684.91 | S3: 2599.89
Daily Average: 31 poin
Harga emas dunia sempat menyentuh level tertingginya dalam tiga pekan pada hari Jumat, namun kemudian tergelincir turun akibat tekanan dari penguatan Dollar AS. Data ekonomi yang dirilis pada hari Jumat menjadi salah satu katalis yang menguatkan Dollar AS setelah melaporkan angka yang lebih baik dari ekspektasi untuk aktivitas manufaktur di bulan Desember. Selain itu, pelaku pasar juga tengah bersiap untuk potensi perubahan situasi ekonomi di bawah pemerintahan presiden baru. Donald Trump akan kembali menjabat di Gedung Putih mulai tanggal 20 Januari, dan kebijakan yang dijanjikannya berpotensi mengembalikan laju inflasi ke level tinggi. Kenaikan laju inflasi akan memperlambat pemangkasan suku bunga dan membatasi kenaikan harga aset non-bunga seperti logam mulia.
Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2641 per troy ons dan berada dalam bias bearish melihat pergerakannya di bawah level pivot harian. Area 2628 akan menjadi target penurunan sekaligus level support terdekat. Break ke bawah area support tersebut akan mengonfirmasi berlanjutnya tren bearish dengan potensi penurunan lebih dalam menuju level support di area 2618 atau bahkan hingga area psikologis 2600. Di sisi atasnya, harga emas perlu bergerak di atas level pivot harian untuk membuka jalur bullish menguji level resistance di area 2656. Break ke atas area tersebut dapat menopang harga emas untuk melanjutkan kenaikan mengincar area 2665 atau bahkan hingga area resistance kunci 2675.
Bagikan Berita Ini