Data Pergerakan Harga Hari Sebelumnya:
Open: 2594.56 | High: 2631.87
Close: 2622.86 | Low: 2589.48
Support-Resistance Hari Ini
Pivot: 2614.74
R1: 2639.99 | S1: 2597.90
R2: 2657.13 | S2: 2572.35
R3: 2682.38 | S3: 2555.21
Daily Average: 40 poin
Harga emas dunia menguat sebesar 1% lebih pada hari Jumat ditopang oleh melemahnya indeks Dollar dan imbal hasil obligasi AS setelah hasil data ekonomi yang lebih lemah dari ekspektasi. Data yang kemarin dirilis melaporkan bahwa indeks harga konsumsi personal tumbuh lebih rendah dari perkiraan pada bulan November dan menunjukkan pelambatan laju inflasi. Laporan inflasi yang rendah menghidupkan harapan pelaku pasar terhadap prospek pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve di tahun 2025. Meski demikian, harga emas secara keseluruhan masih mencatat pelemahan sepanjang pekan lalu akibat nada hawkish dari pernyataan pasca rapat moneter Fed di hari Rabu. Bank sentral AS tersebut hanya menargetkan penurunan suku bunga lanjutan sebesar 25 basis poin untuk tahun depan dan akan berhati-hati dalam memutuskan pemangkasan lebih jauh.
Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2620 per troy ons dan berada dalam bias bullish jangka pendek melihat pergerakannya di atas level pivot harian. Di sisi atasnya, area 2635 terlihat menjadi target kenaikan sekaligus level resistance terdekat. Jika mampu bergerak stabil di atas area tersebut, maka harga emas akan mendapat dorongan untuk melanjutkan tren bullish mengincar resistance yang lebih tinggi di area kunci 2650. Skenario bullish ini akan gagal jika harga emas bergerak turun ke bawah level pivot harian yang akan membawanya menguji level support kunci area 2606. Break ke bawah area 2606 akan mengembalikan harga emas ke jalur bearish dengan potensi penurunan lebih dalam menuju level terendahnya pekan lalu yang menjadi support kunci di area 2585.
Bagikan Berita Ini