• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Peningkatan Harga Emas Seiring dengan Petunjuk Kebijakan Federal Reserve AS

Emas berhasil naik dari titik terendah dalam sebulan, gara-gara pasar lagi ngeliat petunjuk dari Bank Sentral Amerika soal rencana mereka ngendurin kebijakan secara bertahap tahun depan. Investor lagi nunggu data tambahan buat ngukur sehat atau enggaknya ekonomi.

Data dari CNBC bilang harga emas di pasar spot hari Kamis (19/12) ada di US$2.593,85 per troy ons, naik 0,24% dari posisi sebelumnya. Di awal perdagangan hari Jumat (20/12) pukul 6.25 WIB, emas naik tipis 0,03% jadi US$2,594,7 per troy ons.

Pasar sempet turun setelah Ketua Fed Jerome Powell ngasih kode bakal ada pemotongan suku bunga lebih sedikit tahun depan, tapi cepet pulih karena investor sadar ini sesuai dengan ekspektasi baru-baru ini, kata analis StoneX Rhona O'Connell.

"Dot plot" dari Fed yang dirilis Rabu kemarin ngasih perkiraan dua pemotongan suku bunga seperempat poin tahun depan, sesuai dengan tren pasar berjangka terkini.

Ketua The Fed Jerome Powell bilang kenaikan suku bunga kayaknya enggak bakal terjadi karena Fed lagi berusaha turunin inflasi ke target 2%.

Sekarang ini, fokus bakal tertuju pada data PDB Amerika dan klaim pengangguran awal di kemudian hari, selain data PCE inti - ukuran inflasi pilihan Fed - pada hari Jumat.

"Emas dijual, lagi-lagi menunjukkan bahwa emas bukan cuma lindung nilai inflasi doang, tapi bisa balikin sebagian kerugian karena ancaman penutupan pemerintah Amerika," kata Carsten Menke, analis di Julius Baer.

Upaya Donald Trump sebelum dilantik jadi Presiden buat pengaruhi Kongres bisa bikin emas susah yang bisa ganggu perjalanan udara dan penegakan hukum menjelang libur Natal.

Emas dianggap sebagai investasi yang aman selama ada gejolak ekonomi dan geopolitik dan biasanya berkembang dalam lingkungan suku bunga rendah.

"Prospek ekonomi Amerika jangka pendek sampai menengah mungkin bawa lebih banyak hambatan daripada dorongan buat emas, jadi bisa memperpanjang konsolidasi saat ini," kata Menke.

Di sisi lain, Bank Jepang tetapin suku bunga tapi ada seruan berbeda buat naikin biaya pinjaman yang menandakan potensi pengetatan kebijakan tahun depan.

cnbc

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?