Data Pergerakan Harga Hari Sebelumnya:
Open: 2646.23 | High: 2651.48
Close: 2585.32 | Low: 2583.63
Support-Resistance Hari Ini
Pivot: 2606.83
R1: 2630.03 | S1: 2562.12
R2: 2674.74 | S2: 2538.92
R3: 2697.94 | S3: 2494.21
Daily Average: 42 poin
Harga emas dunia melemah sebesar 2% lebih sepanjang hari Rabu dan menutup sesi perdagangan di dekat level terendahnya dalam sebulan terakhir. Hasil rapat moneter FOMC yang diumumkan dini hari tadi menjadi faktor utama yang menekan harga emas. Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, Fed masih melanjutkan kebijakan yang ketat dengan memangkas suku bunga acuan lebih lanjut sebesar 25 basis poin menjadi 4,50%. Dengan ini, Fed telah memangkas suku bunga untuk tiga kesempatan beruntun sejak bulan September. Meski demikian, Fed juga menyatakan bahwa laju pemangkasan suku bunga ini akan diperlambat di tahun 2025 karena perlu menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah yang baru di bawah Presiden Donald Trump. Pernyataan tersebut menopang indeks Dollar dan obligasi AS menguat sehingga memicu penjualan di aset non-bunga seperti logam mulia.
Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2585 per troy ons dan berada dalam bias bearish setelah penurunan tajam kemarin membawanya ke bawah indikator Moving Average 100-hari untuk pertama kalinya sejak Oktober 2023. Saat analisis ini ditulis, harga emas tampak mencoba memantul naik untuk menguji kembali indikator MA100 yang kini menjadi resistance di area 2605. Jika mampu kembali bergerak stabil di atas area tersebut, maka harga emas dapat melanjutkan kenaikan dengan target hingga area resistance 2630. Namun jika gagal mengatasi MA100, maka harga emas akan melanjutkan tren bearish dengan potensi penurunan lebih dalam menuju level support di area 2562 atau bahkan hingga area 2539.
Bagikan Berita Ini