Data Pergerakan Harga Hari Sebelumnya:
Open: 2660.90 | High: 2695.39
Close: 2693.76 | Low: 2657.78
Support-Resistance Hari Ini
Pivot: 2682.31
R1: 2706.84 | S1: 2669.23
R2: 2719.92 | S2: 2644.70
R3: 2744.45 | S3: 2631.62
Daily Average: 34 poin
Harga emas dunia melanjutkan tren kenaikan untuk dua hari beruntun pada hari Selasa dan menutup sesi perdagangan kemarin di dekat level tertingginya dalam dua pekan. Melemahnya bursa saham global akibat kondisi geopolitik yang masih tidak menentu terutama dari wilayah Timur Tengah dan Eropa Timur mendorong pelaku pasar untuk berlindung di aset safe haven seperti logam mulia. Pelaku pasar juga sedang menunggu dirilisnya data inflasi AS pada hari Rabu dan hasil rapat moneter dari bank sentral Eropa pada hari Kamis. Kedua berita tersebut dapat memberi gambaran tentang kelanjutan pemangkasan suku bunga AS yang kemungkinan besar akan diumumkan pada rapat moneter FOMC pekan depan. Prospek suku bunga yang lebih rendah dari Eropa dan Amerika Serikat akan menambah permintaan untuk aset investasi non-bunga seperti logam mulia.
Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2693 per troy ons dan masih berpotensi melanjutkan tren bullish untuk kembali ke atas level harga psikologis 2700. Area 2706 terlihat akan menjadi level resistance terdekatnya hari ini yang jika ditembus dapat menopang harga emas naik lebih tinggi mengincar level resistance kunci di area 2720. Di sisi lain, harga emas juga berpotensi mengalami aksi profit taking pasca kenaikan dua hari beruntun yang dapat mengoreksinya turun ke level pivot harian 2682. Pergerakan di bawah level pivot akan mengubah bias pergerakan ke arah bearish dengan potensi penurunan kembali ke zona netral di dekat area support 2670. Data inflasi AS yang dirilis malam nanti juga berpotensi menjadi faktor utama penentu arah pergerakan harga emas di paruh kedua sesi perdagangan hari ini.
Bagikan Berita Ini