• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Ketika Ladang Minyak Terhenti, Dunia Mulai Gusar

Harga minyak mentah mengalami kenaikan kecil setelah sebelumnya menguat signifikan akibat penghentian produksi di ladang minyak Johan Sverdrup, Norwegia. Meski begitu, investor tetap berhati-hati karena ketegangan perang Rusia-Ukraina yang terus meningkat.

 

Pada Selasa (19/11) pukul 10.30 WIB, data CNBC menunjukkan harga minyak mentah Brent berada di level US$73,43 per barel, naik 0,18% dari sebelumnya. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga naik 0,18% ke US$69,27 per barel.

 

Analis Fujitomi Securities, Toshitaka Tazawa, menyatakan, “Penyesuaian posisi terjadi usai reli hari Senin, namun investor tetap waspada terhadap perkembangan perang Rusia-Ukraina setelah eskalasi baru-baru ini.”

 

Eskalasi tersebut mencakup serangan udara besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Minggu, yang menyebabkan kerusakan parah pada sistem energi negara tersebut. Pada saat yang sama, pemerintah Joe Biden memberikan izin bagi Ukraina untuk menggunakan senjata buatan AS untuk menyerang jauh ke wilayah Rusia. Keputusan ini memicu respons keras dari Kremlin, yang menyebut langkah tersebut sebagai tindakan “ceroboh” yang dapat memperbesar risiko konflik dengan NATO.

 

Di sisi lain, kekhawatiran terhadap pasokan minyak terus berlanjut. Produksi di ladang Johan Sverdrup, ladang terbesar di Eropa Barat yang dioperasikan oleh Equinor Norwegia, dihentikan karena gangguan listrik. Hingga kini, waktu pemulihan produksi belum diketahui.

 

Selain itu, ladang minyak Tengiz di Kazakhstan, yang dioperasikan oleh Chevron, mengalami pengurangan produksi hingga 30% akibat perbaikan yang diperkirakan selesai pada Sabtu mendatang. Kondisi ini turut memperketat pasokan minyak global.

 

Di tengah situasi ini, pedagang mulai mengalihkan perdagangan WTI ke kontrak Januari menjelang berakhirnya kontrak Desember pada Rabu. Pada Senin, WTI memasuki kondisi contango untuk pertama kalinya sejak Februari, di mana kontrak pengiriman Januari diperdagangkan lebih tinggi dibandingkan kontrak Desember, menunjukkan adanya pelonggaran ketatnya pasokan.

CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?