Data Pergerakan Harga Hari Sebelumnya
Open: 2598.37 | High: 2618.62
Close: 2572.64 | Low: 2572.58
Support-Resistance Hari Ini
Pivot: 2587.95
R1: 2603.31 | S1: 2557.27
R2: 2633.99 | S2: 2541.91
R3: 2649.35 | S3: 2511.23
Daily Average: 51 poin
Harga emas dunia sempat menguat pada hari Rabu setelah rilis data ekonomi AS, sebelum kemudian kembali melemah dan menutup sesi perdagangan di level terendahnya dalam tujuh pekan terakhir. Data yang kemarin dirilis dari Amerika Serikat melaporkan bahwa laju inflasi di level konsumen pada bulan Oktober mengalami kenaikan, namun masih sesuai dengan ekspektasi pasar. Laporan tersebut memperkuat opini bahwa Federal Reserve kemungkinan besar masih akan melanjutkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan Desember. Prospek suku bunga yang lebih rendah biasanya berefek positif pada aset non-bunga seperti emas. Namun di sisi lain, investor juga melihat bahwa kemenangan Trump pada pemilu kemarin dapat menghambat laju penurunan suku bunga ke depannya dengan kebijakan yang dijanjikan. Pelaku pasar kini akan menunggu laporan inflasi di level produsen dan penjualan ritel untuk menentukan langkah berikutnya.
Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2572 per troy ons dan masih berada dalam bias bearish setelah gagal bertahan di atas level psikologis 2600 pasca rilis data inflasi AS kemarin. Harga emas kini berpotensi melanjutkan tren bearish menguji level support kunci di area 2557 yang jika ditembus dapat memicu penurunan lebih dalam menuju level support lanjutan di area 2542. Di sisi atasnya, level pivot harian area 2588 akan bertindak sebagai resistance terdekat yang perlu diatasi harga emas untuk mengurangi tekanan bearish. Pergerakan stabil di atas level pivot tersebut juga akan menopang harga emas untuk melanjutkan kenaikan jangka pendek mengincar level resistance di area 2603 atau bahkan hingga area 2617.
Bagikan Berita Ini