• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Gold Analysis Report

Data Pergerakan Harga Hari Sebelumnya
Open: 2682.11 | High: 2685.71
Close: 2618.91 | Low: 2610.20

Support-Resistance Hari Ini
Pivot: 2638.27
R1: 2666.35 | S1: 2590.84
R2: 2713.78 | S2: 2562.76
R3: 2741.86 | S3: 2515.33
Daily Average: 59 poin

Harga emas dunia melemah sebesar 2% sepanjang sesi perdagangan hari Senin akibat tekanan dari Dollar AS yang terus menguat terhadap mata uang utama lainnya. Indeks Dollar AS kini mendekat level tertingginya dalam empat bulan terakhir sehingga memicu penjualan emas yang menjadi relatif lebih mahal di mata investor pemegang mata uang lain. Penguatan Dollar AS ini masih berkaitan dengan hasil pemilu pekan lalu seiring pelaku pasar mulai berspekulasi tentang kebijakan politik Trump dan Partai Republik untuk periode ke depan. Beberapa analis melihat bahwa kebijakan yang dijanjikan Trump berpotensi menghambat langkah Federal Reserve untuk memangkas suku bunga lebih rendah lagi. Pelaku pasar pekan ini akan menunggu laporan data inflasi bulan Oktober yang bisa memberi sedikit gambaran tentang kebijakan suku bunga Fed untuk bulan Desember. 

Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2618 per troy ons dan berada dalam bias bearish setelah mengalami penurunan tajam kemarin. Harga emas kini berpotensi turun menguji level support kunci di dekat area harga psikologis 2600. Break ke bawah area tersebut dapat memicu berlanjutnya tren bearish menuju level support yang lebih dalam di area 2580. Di sisi lain, kondisi harga emas yang kini berada di dekat level terendahnya dalam sebulan terakhir dapat menarik pelaku pasar untuk melakukan aksi bargain hunting yang dapat menopang rebound ke level pivot harian 2638. Pergerakan stabil di atas area pivot akan mengurangi tekanan bearish dan membantu harga emas menguat ke zona netral di dekat area resistance 2655.

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?