• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Penurunan Harga Emas Pasca Kemenangan Trump dalam Pemilihan Presiden AS

Setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS), harga emas mengalami penurunan drastis. Menurut CNBC, pada perdagangan Rabu (6/11), harga emas ditutup pada posisi US$ 2.659,24 per troy ons, turun sebesar 32,07%. Ini merupakan penurunan terendah sejak 17 Oktober atau selama 13 hari perdagangan terakhir. Penurunan ini juga merupakan yang terbesar sejak Juni 2024 atau lebih dari empat bulan.

Namun, pada hari Kamis (7/11) pukul 07.23 WIB, harga emas sedikit membaik dan berada di posisi US$ 2.662,88 per troy ons atau menguat 0,14%. Penurunan harga emas ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap dampak kemenangan Trump. Trump berhasil memenangkan pemilihan presiden AS dengan mengalahkan Kamala Harris. Hingga Kamis pagi (7/11) pukul 07.24 WIB, Trump telah memimpin dengan 295 suara electoral college, sementara Harris mendapatkan 224 suara. Batas kemenangan electoral college adalah 270 suara.

Menurut analis StoneX, Rhona O'Connell, kemenangan Trump akan membuat nilai dolar AS menguat. Hal ini tentu berdampak negatif pada harga emas. Karena pembelian emas dikonversi dalam dolar, maka dolar yang menguat akan membuat harga emas semakin tidak terjangkau. Kemenangan Trump juga menghilangkan risiko ketidakpastian politik di AS. Indeks dolar naik ke 105,088 pada perdagangan kemarin, posisi tertinggi sejak 9 Juli 2024 atau lebih dari tiga bulan.

Investor memprediksi bahwa kepresidenan Trump akan memperkuat dolar AS, yang dapat menyebabkan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), menghentikan siklus penurunan suku bunga jika inflasi meningkat akibat tarif baru yang diharapkan diberlakukan Trump. Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, mengatakan bahwa risiko inflasi yang meningkat bisa memperlambat laju pemangkasan suku bunga AS seiring dengan penerapan tarif baru.

Investor tengah menunggu hasil rapat The Fed. Hasil rapat akan diumumkan hari ini atau Jumat dini hari waktu Indonesia. Investor meyakini The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan ini.

CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?