Yuliot Tanjung, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah mengungkapkan tiga program utama yang menjadi prioritas dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Program-program tersebut adalah peningkatan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan hilirisasi. Yuliot menekankan pentingnya ketahanan pangan dalam memastikan pasokan makanan yang cukup, terjangkau, dan berkualitas untuk masyarakat. Program ini bertujuan untuk menjamin setiap warga negara mendapatkan akses makanan yang memenuhi standar kebutuhan nasional.
Ketahanan energi menjadi program kedua, yang menjadi fokus utama pemerintahan Prabowo. Ini mencakup energi dari bahan bakar minyak (BBM) dan batu bara. Yuliot menyadari bahwa produksi minyak domestik saat ini terus menurun secara signifikan. Oleh karena itu, pemerintah berencana untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah dan BBM dengan mendorong diversifikasi energi, termasuk pengembangan energi baru dan terbarukan seperti biofuel dan ekosistem kendaraan listrik.
Program hilirisasi menjadi program ketiga dan juga menjadi prioritas. Yuliot memberikan contoh sukses dari program hilirisasi di Maluku Utara, yang sebelumnya hanya mengekspor bijih nikel mentah, namun kini telah berhasil memproduksi nikel dan kobalt, dua bahan penting untuk baterai kendaraan listrik. Dengan program hilirisasi ini, investasi di Maluku Utara mencapai Rp 55 triliun pada periode Januari hingga September 2024, dan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara menjadi yang tertinggi di dunia, mencapai 20,49% pada 2023.
Bagikan Berita Ini