• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Pengaruh Konflik Timur Tengah terhadap Nilai Tukar Rupiah

Nilai rupiah mengalami penurunan terhadap dolar AS setelah Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir pekan yang lalu. Menurut laporan dari CNBC, rupiah mengalami penurunan sebesar 0,16% menjadi Rp15.660/US

Pada Hari Senin (28/10).Hanya beberapa menit setelah Pembukaan Perdagangan, rupiah kembali jatuh ke angka Rp15.720/US atau turun 0,54%. Sementara itu, DXY naik 0,23% menjadi 104,5 pada pukul 08:56 WIB, angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan posisi sehari sebelumnya yang berada di angka 104,25. 

Nilai tukar rupiah hari ini mengalami fluktuasi setelah situasi di Timur Tengah kembali memanas, khususnya pada akhir pekan yang lalu. Militer Israel melancarkan serangkaian serangan udara ke Iran pada Sabtu (26/10) pagi. 

Warga di Teheran melaporkan mendengar beberapa ledakan di dalam dan sekitar ibu kota Iran. Serangan ini menimbulkan kekhawatiran global akan terjadinya perang yang lebih luas di Timur Tengah, mengingat serangan Israel ke Hamas di Gaza sudah memasuki tahun kedua. Di sisi lain, Israel juga sedang berperang melawan Hizbullah di Lebanon selatan. 

Arab Saudi telah mengajak untuk menahan diri dan meminta komunitas internasional untuk mengambil tindakan dalam meredakan ketegangan dan mengakhiri konflik di kawasan tersebut. 

Meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran bagi para pelaku pasar, termasuk investor untuk berinvestasi di suatu negara. Bisa jadi, para pelaku pasar akan melakukan aksi profit taking terlebih dahulu, yang berakhir dengan keep cash atau mungkin menempatkan dananya ke instrumen investasi dengan tingkat keamanan yang lebih tinggi dari sebelumnya.

CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?