• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Dampak Penguatan Dolar AS dan Imbal Hasil Treasury AS terhadap Harga Emas

Penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil US Treasury mendorong penurunan harga emas, meskipun sebelumnya telah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Hal ini mengalahkan permintaan safe haven menjelang pemilihan presiden AS dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pada hari Rabu (23/10), harga emas di pasar spot turun 1,12% menjadi US$ 2.717,54 per troy ons. 

Sebelum penurunan ini, harga emas sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 2.758,37 per troy ons. Ini menunjukkan fluktuasi harga emas yang sangat tinggi dalam empat hari terakhir. Harga emas naik 1,03% pada 18 Oktober, turun 0,02% pada hari Senin, naik 1,06% pada hari Selasa, tetapi turun lagi 1,12% pada hari Rabu. Pada Kamis (24/10) pukul 05.45 WIB, harga emas di pasar spot naik 0,01% menjadi US$ 2.717,69 per troy ons. 

Harga emas turun lebih dari 1% setelah mencapai rekor tertinggi pada hari Rabu, karena dolar AS yang lebih kuat dan kenaikan imbal hasil Treasury AS mengimbangi dukungan dari permintaan safe haven terkait dengan pemilu Presiden AS pada 5 November dan konflik Timur Tengah. Indeks dolar AS naik ke 104,431 pada hari Rabu (23/10). 

Indeks mencapai level tertinggi sejak akhir Juli 2024 atau hampir empat bulan terakhir. Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun juga naik ke 4,21% atau tertinggi sejak 26 Juli 2024. Penguatan dolar AS dan imbal hasil US Treasury berdampak negatif ke emas. Pembelian emas dikonversi ke dolar sehingga kenaikan dolar AS membuat emas menjadi makin mahal untuk dibeli sehingga mengurangi pembelian. 

Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik. "Ada beberapa aksi taking profit (ambil untung) dan imbal hasil Treasury meningkat, emas akan kesulitan bergerak naik mengingat arah imbal hasil Treasury," ujar Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, kepada Reuters. Namun, emas bisa mencapai level US$2.800 per troy ons pada akhir minggu karena permintaan safe haven, tambah Haberkorn. 

"Ini adalah ketidakpastian terkait pemilu AS dan meningkatnya beban utang di AS. Mereka harus menerbitkan utang miliaran dolar juga menjelang pemilu ke pasar yang relatif tipis dan gelisah," ujar Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank. Dengan pemilihan presiden AS kurang dari dua minggu lagi, Wakil Presiden Kamala Harris unggul tipis 46% hingga 43% atas mantan Presiden Republik Donald Trump, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos.

CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?