Data pergerakan harga hari sebelumnya
Open: 2720.04 | High: 2740.62
Close: 2719.70 | Low: 2714.28
Support-Resistance hari ini
Pivot: 2724.87
R1: 2735.45 | S1: 2709.11
R2: 2751.21 | S2: 2698.53
R3: 2761.79 | S3: 2682.77
Daily Average: 27 poin
Harga emas dunia terkoreksi turun setelah mencatatkan rekor tertinggi baru pada hari Senin dan menutup sesi perdagangan tidak jauh dari level pembukaan harian. Menguatnya indeks Dollar dan imbal hasil obligasi menekan harga emas yang sebelumnya ditopang oleh permintaan aset safe haven di tengah kecemasan terhadap kondisi geopolitik di AS dan Timur Tengah. Dari Amerika Serikat, pemilu presiden yang akan berlangsung di awal bulan depan menjadi sorotan utama. Kedua capres Donald Trump dan Kamala Harris masih bersaing ketat dan sejauh ini belum terlihat jelas kandidat mana yang akan merebut suara dari negara bagian yang cenderung netral. Sementara di Timur Tengah, konflik bersenjata antara Israel, Iran, dan Libanon masih berlanjut dan belum menemukan titik temu untuk gencatan senjata. Logam mulia kini perlu bersaing dengan mata uang Dollar dan obligasi AS sebagai aset safe haven pilihan investor.
Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2719 per troy ons dan berpotensi mengalami bearish reversal setelah kemarin membentuk pola gravestone doji candlestick yang menunjukkan terjadinya tekanan jual di level harga tertinggi. Area 2709 akan menjadi target penurunan terdekat sekaligus level support pertama yang jika ditembus dapat menekan harga emas lebih dalam menuju support lanjutan di area 2698 atau bahkan hingga area 2682. Skenario bearish ini akan gagal jika harga emas mampu menguat kembali ke atas level pivot harian yang akan menopangnya menguji level resistance di area kunci 2735. Pergerakan stabil di atas area 2735 akan memberi harga emas dorongan bullish untuk melanjutkan kenaikan mengincar level resistance kunci berikutnya di area 2751.
Bagikan Berita Ini