• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Rupiah Terjungkal, Ketidakpastian Ekonomi Jadi Dalang

Rupiah mengalami penurunan nilai terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah situasi ekonomi yang belum pasti yang terus berlangsung, dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel. Seperti yang dilaporkan oleh CNBC, rupiah dibuka dengan penurunan sebesar 0,42% pada angka Rp15.480/US pada hari Jumat (4/10). Penurunan ini sejalan dengan penutupan perdagangan hari sebelumnya (3/10) yang juga mengalami penurunan sebesar 1,02.

Sementara itu, DXY pada pukul 09:00 WIB turun sedikit 0,07% di angka 101,91. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan posisi hari sebelumnya yang berada di angka 101,99. Pada hari terakhir perdagangan minggu ini, investor masih merasa khawatir karena situasi ekonomi yang belum pasti terus berlangsung, dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel. 

Hal ini memberikan tekanan pada mata uang Rupiah. Selain itu, data non-manufaktur ISM yang lebih kuat dari perkiraan pada hari Kamis juga mendukung kekuatan dolar dan berdampak pada penurunan rupiah. Data ISM Services PMI untuk periode September 2024 mencatat peningkatan menjadi 54,9, naik dari 51,5 pada Agustus dan jauh lebih tinggi dari perkiraan 51,7. 

Pembacaan ini menunjukkan pertumbuhan terkuat di sektor layanan sejak Februari 2023, di tengah peningkatan aktivitas bisnis yang lebih cepat (59,9 vs 53,3), pesanan baru (59,4 vs 53), dan persediaan (58,1 vs 52,9), meskipun penyerapan tenaga kerja menurun (48,1 vs 50,2), tekanan harga meningkat (59,4 vs 57,3), dan backlog pesanan (48,3 vs 43,7) tetap rendah. Pengiriman pemasok kembali menunjukkan ekspansi (52,1 vs 49,6).

CNBC

 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?