• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Analisis Penurunan Harga Minyak Mentah: Dampak Stimulus Ekonomi China dan Konflik Timur Tengah

Harga minyak mentah sedikit turun pada perdagangan Rabu (25/9) akibat meredupnya antusiasme atas stimulus ekonomi di China. Harga Brent tetap stabil di US$ 74,92 per barel, sementara WTI turun tipis menjadi US$ 71,25 per barel. 

Penurunan ini terjadi meski laporan industri menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah dan bahan bakar AS. Stimulus ekonomi China yang direncanakan oleh bank sentral (PBoC) sebelumnya memberikan dukungan bagi pasar minyak.

Namun, analis memperingatkan bahwa stimulus fiskal tambahan diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan pada ekonomi China. Di sisi lain, konflik di Timur Tengah dan badai yang mengancam Pantai Teluk AS juga mempengaruhi harga minyak.

Di lain sisi, konflik yang semakin memanas di Timur Tengah antara Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon dan Israel juga mendukung harga minyak mentah, dengan roket lintas batas yang diluncurkan oleh kedua belah pihak meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya perang di wilayah penghasil utama.

Hizbullah pada hari ini mengonfirmasi bahwa komandan senior Ibrahim Qubaisi tewas akibat serangan udara Israel di ibu kota Lebanon seperti yang diumumkan Israel sebelumnya. Israel mengatakan Qubaisi memimpin pasukan rudal dan roket kelompok tersebut.

Namun, analis memperingatkan bahwa stimulus fiskal tambahan diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan pada ekonomi China. Di sisi lain, konflik di Timur Tengah dan badai yang mengancam Pantai Teluk AS juga mempengaruhi harga minyak.

CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?