• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Kenaikan Harga Minyak Akibat Konflik Timur Tengah dan Kebijakan The Fed

Pada hari Senin (23/9), harga minyak mentah menunjukkan peningkatan yang signifikan, dipicu oleh kecemasan akan konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan dari wilayah produsen utama. Selain itu, ekspektasi pemotongan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) yang telah dimulai minggu lalu juga diharapkan dapat mendorong permintaan.

Pada pukul 09:10 WIB, harga Brent naik 0,6% menjadi US$ 74,94 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) naik 0,66% menjadi US$ 71,47 per barel.

Peningkatan harga minyak ini didukung oleh pemotongan suku bunga oleh bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) dan penurunan pasokan di AS akibat Badai Francine. Pada hari Rabu lalu, The Fed telah memangkas suku bunga sebesar setengah poin persentase atau 50 basis poin (bp) menjadi 4,75-5,0%, yang merupakan penurunan biaya pinjaman yang lebih besar dari yang diperkirakan banyak orang.

Pemotongan suku bunga biasanya dapat meningkatkan aktivitas ekonomi dan permintaan energi, namun analis dan pelaku pasar khawatir bahwa bank sentral mungkin melihat pasar kerja yang melambat. "Sentimen positif muncul karena pemotongan suku bunga oleh The Fed dengan harapan bahwa hal ini dapat menciptakan soft landing bagi perekonomian. Dolar AS yang lebih lemah juga mendukung minat investor," kata analis ANZ, seperti dikutip dari Reuters.

ANZ juga menyebutkan bahwa konflik antara Israel dan milisi yang didukung Iran telah menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik tersebut akan melibatkan Iran, produsen minyak utama di wilayah tersebut. Hizbullah, kelompok yang didukung Iran dan berbasis di Lebanon, dan Israel saling menyerang pada hari Minggu lalu, saat kelompok tersebut mengirim roket ke wilayah utara Israel setelah mengalami serangan bom yang intens dalam hampir satu tahun konflik.

Konflik ini telah meningkat secara signifikan dalam seminggu terakhir setelah ribuan pagar dan walkie-talkie yang digunakan oleh anggota Hizbullah meledak. Serangan tersebut secara luas disalahkan pada Israel, yang belum mengonfirmasi atau membantah bertanggung jawab.

CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?