• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Rupiah Menguat, Dolar AS Tertekan oleh Data Inflasi Konsumen

Rupiah mengalami penguatan terhadap dolar AS setelah data inflasi konsumen AS bergerak lebih rendah dari yang diperkirakan oleh pelaku pasar. Rupiah dibuka dengan penguatan tipis 0,03% di angka Rp15.390/US$ pada hari Kamis (12/9), ini sejalan dengan apresiasi sehari sebelumnya yang ditutup di posisi 0,32%.

Sementara itu, DXY naik 0,08% di angka 101,76 pada pukul 08:55 WIB. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan posisi sehari sebelumnya yang berada di angka 101,68. Pada Rabu malam (11/9), AS melaporkan data inflasi konsumen (CPI) yang lebih baik dari ekspektasi, memicu prospek pemangkasan suku bunga bank sentral AS (The Fed) semakin dekat.

Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja mencatat indeks harga konsumen naik 0,2% bulan lalu setelah naik dengan tingkat yang sama pada bulan Juli. Harga pangan naik tipis 0,1% setelah naik 0,2% dalam dua bulan terakhir. Harga pangan di toko kelontong tidak berubah karena kenaikan biaya daging, ikan, telur, dan produk susu diimbangi oleh penurunan harga minuman non-alkohol, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Biaya produk untuk energi turun 0,8% setelah tidak berubah pada Juli. Harga bensin turun 0,6%, sementara listrik 0,7% lebih murah dan biaya gas alam turun 1,9%.

Suvei CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa 85% pelaku pasar berekspektasi terjadi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) Sementara 15% sisanya berekspektasi pemangkasan suku bunga sebesar 50 bps. Jika hal ini terjadi, tekanan terhadap rupiah akan semakin mengecil dan berdampak kepada penguatan rupiah yang dapat terlihat ke depannya.

CNBC

 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?