• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Simposium The Fed dan Dampaknya terhadap Harga Emas

Setelah mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut, harga emas kini sedikit membaik, meski masih berada di dekat level tertinggi sepanjang masa. Menurut data dari CNBC, pada Jumat (23/8) pukul 18.20 WIB, harga emas berada di posisi US$ 2.498,72 per troy ons, naik 0,62% dari penutupan sebelumnya di US$ 2.483,29 per troy ons.

Sebelumnya, harga emas mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut. Pada perdagangan Kamis (22/8), harga emas turun 1,14% menjadi US$2.483,29 per troy ons. Penurunan ini mencatat tiga hal penting. Pertama, harga penutupan tersebut adalah yang terendah sejak 15 Agustus 2024 atau lima hari terakhir. Kedua, penurunan sebesar 1,14% adalah yang terdalam sejak 5 Agustus 2024 atau 15 hari terakhir. Ketiga, penurunan ini menyeret emas ke bawah level US$ 2.500 untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir.

Harga emas sempat mencapai rekor tertinggi di US$ 2.513,74 per troy ons pada 20 Agustus 2024, namun turun menjadi US$ 2.483,29 pada 22 Agustus 2024. Meski harga emas berfluktuasi dalam beberapa hari terakhir, tren jangka panjang masih menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut.

Kenaikan ini didorong oleh ekspektasi bahwa faktor-faktor makro ekonomi, seperti kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) dan ketidakpastian ekonomi global, akan terus mendukung harga emas dalam jangka menengah hingga panjang.

Pelaku pasar emas saat ini menunggu simposium bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed). Fokus pasar saat ini adalah pidato Chairman The Fed Jerome Powell pada Jumat di Simposium Ekonomi Jackson Hole.

Simposium tahunan The Fed diadakan oleh Federal Reserve (The Fed) wilayah Kansas City di wilayah Jackson Hole, Wyoming. Acara ini dihadiri oleh pimpinan bank sentral, menteri keuangan, pembuat kebijakan, akademisi, ekonom, hingga praktisi pasar finansial dari berbagai negara.

Simposium Jackson Hole ke 47 tahun ini mengusung tema "Reassessing the Effectiveness and Transmission of Monetary Policy." Dalam simposium tersebut, para peserta yang hadir akan membahas isu-isu perekonomian dunia saat ini. The Fed diharapkan bisa memberi sinyal kebijakan yang lebih jelas kepada pelaku pasar, terutama kebijakan pemangkasan suku bunga.

Tim Waterer, analis pasar di KCM Trade, mengungkapkan bahwa penurunan harga emas di bawah US$ 2.500 kemungkinan bersifat sementara karena fundamental masih mendukung logam mulia ini.

Setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa di US$ 2.531,60 pada Selasa, harga emas turun hampir 1% minggu ini, tertekan oleh penguatan indeks dolar dan imbal hasil obligasi AS 10-tahun.

Pelaku pasar telah sepenuhnya memperhitungkan adanya pemangkasan suku bunga bulan depan. CME FedWatch menunjukkan peluang 76% untuk pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin. Lingkungan suku bunga rendah cenderung meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?