Rupiah terus menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), sejalan dengan semakin dekatnya prospek pemotongan suku bunga. Menurut CNBC, rupiah ditutup menguat 0,71% di angka Rp15.485/US pada Jumat(23/8) bahkan rupiah sempat mencapai titik tertingginya yaitu Rp15.420/US. Secara mingguan, rupiah mengalami kenaikan sebesar 1,28% dan memperpanjang tren penguatan selama empat minggu berturut-turut.
Pada awal pekan lalu, rupiah menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan setelah adanya perombakan kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, di pertengahan pekan, meskipun Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 6,25%, rupiah justru mengalami penurunan setelah pengumuman tersebut.
Pada Kamis (22/8), rupiah mengalami penurunan terhadap dolar AS akibat situasi politik domestik yang semakin memanas. Namun, hari ini, nilai tukar rupiah tampaknya masih memiliki potensi yang menarik, didukung oleh pernyataan Ketua bank sentral AS (The Fed) Jerome Powell dalam pidatonya di Simposium Bank Sentral Jackson Hole yang memberikan sinyal lebih jelas tentang pemotongan suku bunga.
Bagikan Berita Ini