Harga emas dunia menguat sebesar 1% lebih pada hari Jumat seiring melemahnya indeks Dollar dan imbal hasil obligasi pasca pernyataan dovish dari Ketua Fed Jerome Powell. Berbicara di hadapan peserta simposium ekonomi Jackson Hole, Powell mengatakan bahwa laju inflasi mulai mendekati target Fed di angka 2% sehingga waktunya telah tiba untuk mengubah kebijakan ekonomi. Pelaku pasar menerjemahkan kata-kata tersebut sebagai konfirmasi bahwa bank sentral AS sudah pasti akan memangkas suku bunga pada rapat moneter berikutnya di pertengahan September. Prospek suku bunga yang lebih rendah akan membuat aset non-bunga terlihat lebih menarik di mata investor sehingga berpotensi mendorong harga emas naik untuk terus mencatatkan rekor tertinggi baru.
Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2512 per troy ons dan berada dalam bias bullish berkat dorongan dari faktor fundamental. Harga emas hari ini akan mencoba menguji level resistance di area 2525 yang jika ditembus dapat menopang kenaikan lebih lanjut mengincar resistance yang lebih tinggi di area 2538. Namun di sisi lain, kondisi harga emas yang cenderung overbought dapat memicu aksi jual profit taking yang dapat mengoreksinya turun menguji level support di area psikologis 2500. Break ke bawah area psikologis dapat menekan harga emas lebih dalam menuju level support lanjutan di area 2485.
Bagikan Berita Ini