Data pergerakan harga hari sebelumnya
Open: 2512.18 | High: 2514.75
Close: 2484.82 | Low: 2470.99
Support-Resistance hari ini
Pivot: 2490.19
R1: 2509.38 | S1: 2465.62
R2: 2533.95 | S2: 2446.43
R3: 2553.14 | S3: 2421.86
Daily Average: 37 poin
Harga emas dunia melemah sebesar 1% lebih sepanjang hari Kamis akibat tekanan dari indeks Dollar AS yang kemarin menguat menjauhi level terendahnya dalam delapan bulan terakhir. Hasil data ekonomi yang kemarin dirilis dari Amerika Serikat melaporkan angka yang lemah dari sektor tenaga kerja dan manufaktur, namun juga melaporkan angka yang positif dari sektor jasa. Efek dari rilis data kemarin lebih banyak terlihat di bursa saham dengan melemahnya tiga indeks saham utama AS yaitu Dow Jones, Nasdaq, dan S&P500. Sementara di pasar mata uang dan logam mulia, pelaku pasar tampaknya tengah bersiap menyambut pidato dari Ketua Fed Jerome Powell di simposium ekonomi Jackson Hole. Pidato Powell diharapkan bisa memberi konfirmasi bahwa Fed akan memangkas suku bunga mulai dari 25 basis poin di bulan depan.
Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2484 per troy ons dan berada dalam bias bearish setelah kemarin gagal bertahan di atas level psikologis 2500. Harga emas kini berpotensi turun dan sekali lagi menguji level terendahnya kemarin yang hari ini menjadi support di area 2470. Break ke bawah support tersebut akan menambah tekanan bearish dan dapat membawa harga emas turun lebih dalam ke level support lanjutan di area 2455. Di sisi atasnya, level psikologis 2500 kini akan menjadi area resistance kunci yang perlu diatasi harga emas jika ingin mendapatkan momentum bullish-nya kembali. Pergerakan stabil di atas area psikologis akan menopang harga emas menguat mengincar level resistance di area 2515.
Bagikan Berita Ini