• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Pembelian Emas dalam Dolar AS Menjadi Lebih Menarik Seiring Penurunan Nilai Dolar

Nilai emas global mencapai puncak baru sebelum rilis catatan Federal Open Market Committee (FOMC) dan simposium pejabat The Fed. Menurut data CNBC, pada perdagangan Selasa (20/8), nilai emas naik 0,39% menjadi US$2.513,74 per troy ons, mencapai nilai tertinggi sepanjang masa. Nilai ini melampaui rekor sebelumnya pada Senin (16/8) di posisi US$ 2.507,29 per troy ons. Nilai emas terus meningkat, pada Rabu (21/8) pukul 06.25 WIB, nilai emas naik tipis 0,05% menjadi US$2.514,91 per troy ons.

Faktor utama di balik kenaikan nilai emas ini adalah antisipasi terhadap perubahan besar dalam kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed). Proyeksi pemotongan suku bunga menyebabkan indeks dolar dan imbal hasil menurun. Indeks dolar turun menjadi 101,441 pada perdagangan Selasa (20/8), posisi terendah dalam tujuh bulan terakhir. Imbal hasil US Treasury 10 tahun juga turun menjadi 3,82%, terendah sejak 5 Agustus 2024.

Pembelian emas dalam dolar AS membuat penurunan nilai dolar AS membuat emas menjadi lebih murah dan menarik. Emas tidak menawarkan imbal hasil, sehingga penurunan imbal hasil membuat emas semakin menarik. Investor menantikan rilis catatan dari pertemuan FOMC terakhir, serta pidato Ketua The Fed Jerome Powell di simposium ekonomi Jackson Hole.

Peristiwa ini diharapkan akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang rencana bank sentral untuk penyesuaian suku bunga di masa depan. Powell sebelumnya menunjukkan bahwa pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) sangat mungkin terjadi pada pertemuan FOMC bulan September, meskipun ia menurunkan ekspektasi untuk pemotongan yang lebih agresif sebesar 50 bps.

Presiden Bank Federal Reserve Atlanta, Raphael Bostic, dijadwalkan untuk berpartisipasi dalam "fireside chat" dalam waktu dekat. Persepsi pasar tentang perubahan kebijakan The Fed adalah faktor kunci yang mendorong kenaikan nilai emas. Meskipun pemotongan suku bunga pada bulan September dianggap sebagai kepastian, spekulasi berlimpah di kalangan analis dan investor mengenai cakupan lebih luas dari rencana bank sentral.

Awal tahun ini, "dot plot" Fed menunjukkan total tiga pemotongan suku bunga seperempat poin pada tahun 2024, tetapi revisi Juni menunjukkan pendekatan yang lebih konservatif, dengan ekspektasi hanya satu atau dua pemotongan. Dengan DXY yang terus menurun, masyarakat cenderung memiliki dana yang cukup untuk mengoleksi emas dan membuat nilai emas semakin meningkat.

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?