• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Gold Analysis Report

Data pergerakan harga hari sebelumnya
Open: 2428.93 | High: 2473.27
Close: 2472.16 | Low: 2423.92

Support-Resistance hari ini
Pivot: 2456.45
R1: 2488.98 | S1: 2439.63
R2: 2505.80 | S2: 2407.10
R3: 2538.33 | S3: 2390.28
Daily Average: 36 poin

Harga emas dunia menguat sebesar 1% lebih sepanjang hari Senin untuk menutup sesi perdagangan di dekat level tertingginya sejak 2 Agustus lalu. Kenaikan harga emas ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven seiring berlanjutnya konflik bersenjata di Timur Tengah dan Eropa Timur. Sementara itu, pelaku pasar tengah menantikan rilis data inflasi bulan Juli dari Amerika Serikat yang diharapkan dapat memberi sinyal lebih jelas tentang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Data inflasi tersebut akan dirilis pada hari Selasa untuk laporan dari tingkat produsen, dan disusul oleh laporan dari tingkat konsumen pada hari Rabu. Pelaku pasar kini bahkan mulai berspekulasi bahwa Fed bisa memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin di bulan September yang akan menjadi dorongan positif bagi aset investasi non-bunga seperti logam mulia.

Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2471 per troy ons dan berada dalam bias bullish setelah kemarin ditutup di dekat level tertinggi harian. Harga emas kini berpotensi mengejar level resistance kunci di area 2483 yang merupakan rekor tertingginya sejauh ini. Jika mampu menembus rekor tertinggi sebelumnya, maka harga emas akan membuka pintu untuk penguatan lebih lanjut mengincar level harga psikologis di area 2500. Di sisi lain, tingginya harga emas juga berpotensi memicu aksi jual dari pelaku pasar yang dapat mengoreksinya turun ke level pivot harian di area 2456. Pergerakan di bawah level pivot harian berpotensi menambah tekanan bearish dan membawa harga emas turun lebih dalam ke dekat level support di area 2440.

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?