Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah merencanakan enam proyek minyak baru yang akan berjalan hingga tahun 2028. Proyek-proyek ini diharapkan dapat meningkatkan produksi minyak sebanyak 100 ribu barel per hari. Menteri ESDM, Arifin Tasrif, mengungkapkan bahwa masih ada potensi untuk menambah produksi minyak di Indonesia sebanyak 100 ribu barel per hari. Beberapa peningkatan ini akan berasal dari proyek minyak yang akan mulai beroperasi antara tahun 2024 hingga 2028.
Arifin menjelaskan, "Dalam jangka pendek, ada 6 proyek yang diharapkan dapat mulai berproduksi pada tahun 2028, dengan total produksi sekitar 100 ribu barel." Dia merinci keenam proyek tersebut, termasuk Lapangan Forel yang dioperasikan oleh Medco S Natuna Sea B dengan perkiraan produksi 10 ribu barel per hari, yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal keempat tahun 2024.
Proyek lainnya adalah Lapangan Ande-Ande Lumut yang dioperasikan oleh Prime Energi NW Natuna Pte. Ltd dengan perkiraan produksi 20 ribu barel per hari, yang ditargetkan beroperasi pada kuartal pertama tahun 2028. Selanjutnya, ada Lapangan Singa Laut Kuda Laut yang dioperasikan oleh Harbour Energi dengan perkiraan produksi 20,31 ribu barel per hari, yang ditargetkan beroperasi pada kuartal keempat tahun 2026.
Lapangan oo-ox yang dioperasikan oleh Pertamina Hulu energi ONWJ dengan perkiraan produksi 2.996 barel per hari, ditargetkan beroperasi pada kuartal pertama tahun 2026. Lapangan BUIC yang dioperasikan oleh Mobil Cepu Ltd dengan perkiraan produksi 19.206 barel per hari, ditargetkan beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2024. Terakhir, ada Lapangan Hidayah yang dioperasikan oleh Petronas North Madura dengan perkiraan produksi 25.276 barel per hari, yang ditargetkan beroperasi pada kuartal pertama tahun 2027.
Bagikan Berita Ini