Rupiah menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah hasil rapat bank sentral AS (The Fed) menunjukkan perlambatan ekonomi AS dan kemungkinan pemotongan suku bunga semakin besar. Menurut CNBC, rupiah dibuka dengan penguatan 0,09% di angka Rp16.240/US$ pada hari ini, Kamis (1/8). Ini sejalan dengan penguatan yang terjadi kemarin (31/7) sebesar 0,25%.
Sementara itu, DXY pada pukul 08:53 WIB turun 0,2% di angka 103,88. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan posisi kemarin yang berada di angka 104,09. The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya di level 5,25-5,50% pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia (1/8).
Berbeda dengan rapat FOMC sebelumnya, The Fed pada rapat bulan ini memberikan sinyal yang lebih jelas tentang pemotongan suku bunga mulai September mendatang. Dalam pernyataannya, The Fed menjelaskan bahwa inflasi sekarang sudah menuju target mereka di kisaran 2%. "Dalam beberapa bulan terakhir, ada kemajuan lebih lanjut menuju target inflasi 2%.
Jika kondisi ini terpenuhi, kebijakan pemotongan suku bunga bisa menjadi opsi pada pertemuan berikutnya di September," kata Chairman The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers setelah rapat FOMC, dikutip dari CNBC.
Ia juga menekankan bahwa ekonomi AS saat ini sangat berbeda dibandingkan dengan setahun yang lalu. Inflasi sekarang sudah melambat sementara tingkat pengangguran sudah meningkat.
Klaim tunjangan pengangguran juga menunjukkan bahwa warga AS tetap menganggur lebih lama. Sebagai catatan, inflasi AS mencapai 3% (year on year/yoy) pada Juli 2024, jauh lebih rendah dibandingkan Agustus 2023 yang masih di angka 3,7% (yoy).
Tingkat pengangguran mencapai 4,1% pada Juni 2024, meningkat dibandingkan 3,8% pada Agustus 2023. "Data inflasi pada kuartal II (2024) menambah keyakinan kami dan data yang lebih baik akan semakin memperkuat keyakinan tersebut," kata Powell. Jika pada September The Fed benar-benar menurunkan suku bunganya, maka hal ini akan semakin memperkuat posisi rupiah di masa depan.
Bagikan Berita Ini