Pada pembukaan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan peningkatan. Hal ini didorong oleh keyakinan para pelaku pasar bahwa bank sentral AS akan mengurangi suku bunganya dua kali dalam tahun ini. Data dari CNBC pada hari Rabu (3/7) menunjukkan bahwa rupiah dibuka pada Rp16.360/US$, naik 0,02% dari penutupan sebelumnya.
Pelaku pasar saat ini percaya bahwa suku bunga The Fed akan dipotong dua kali hingga akhir tahun ini, meskipun The Fed sendiri menyatakan akan menunggu hingga inflasi sepenuhnya terkendali. Data dari Fedwatch menunjukkan bahwa pemotongan pertama akan terjadi pada pertemuan September dengan 25 basis poin menjadi 5,00% - 5,25%, dengan peluang sebesar 59,9%. Pada pertemuan Desember, akan ada pemotongan suku bunga lagi sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% - 5,00%.
Bank sentral AS masih menunggu data tambahan untuk memastikan langkah pemotongan suku bunga, terutama menunggu hingga inflasi sepenuhnya terkendali. The Fed membutuhkan lebih banyak data sebelum memotong suku bunga untuk memastikan bahwa inflasi yang lebih rendah baru-baru ini memberikan gambaran yang akurat tentang apa yang sebenarnya terjadi pada tekanan harga, seperti yang dikatakan oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Selasa.
Data pada bulan Mei menunjukkan bahwa ukuran inflasi pilihan The Fed tidak meningkat sama sekali pada bulan tersebut, sementara tingkat kenaikan harga dalam 12 bulan telah menurun menjadi 2,6%, masih di atas target bank sentral sebesar 2% namun masih dalam tahap penurunan. "Kami hanya ingin memahami bahwa tingkat yang kami lihat adalah gambaran sebenarnya tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan inflasi," kata Powell pada konferensi kebijakan moneter di Portugal yang disponsori oleh Bank Sentral Eropa.
Bagikan Berita Ini