• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Badai Beryl dan Potensi Gangguan pada Produksi Minyak

Stabilitas harga minyak yang berada di puncak tertinggi dalam dua bulan terakhir. Hal ini terjadi karena adanya harapan peningkatan permintaan bahan bakar seiring dengan musim liburan musim panas dan potensi penurunan suku bunga di Amerika Serikat yang dapat memacu ekonomi. 

Data dari CNBC menunjukkan bahwa harga minyak mentah Brent naik menjadi US$86,80 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik menjadi US$83,51 per barel.

Permintaan bensin di Amerika Serikat, sebagai konsumen minyak terbesar di dunia, diperkirakan akan meningkat seiring dengan dimulainya musim liburan musim panas dan libur Hari Kemerdekaan. American Automobile Association memperkirakan bahwa perjalanan selama periode liburan akan meningkat 5,2% dibandingkan tahun 2023, dengan perjalanan mobil saja 4,8% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, pasar minyak juga mempersiapkan diri terhadap potensi gangguan yang disebabkan oleh Badai Beryl pada proses penyulingan minyak dan produksi lepas pantai AS. Badai tersebut diperkirakan akan bergerak ke Teluk Campeche di Meksiko dan berpotensi mengganggu produksi minyak di sana.

Tanda-tanda inflasi yang mereda di Amerika Serikat memperbarui harapan bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunganya, kemungkinan pada bulan September. Namun, indikasi pertumbuhan permintaan yang lebih rendah dari perkiraan telah membatasi kenaikan harga minyak.

Ekspor minyak mentah ke Asia, sebagai wilayah konsumen minyak terbesar di dunia, pada paruh pertama tahun 2024, lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan impor ke China, sebagai importir minyak terbesar dan konsumen terbesar kedua di dunia.

CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?