Harga minyak mentah di pasar spot mengalami kenaikan seiring dengan proyeksi penurunan jumlah produksi.
Dikutip dari CNBC, pada perdagangan Rabu (26/6), harga minyak Brent naik 0,14% menjadi US$85,13 per barel. Di sisi lain, harga minyak WTI menguat 0,18% ke posisi US$80,98 per barel.
Menurut data rig terbaru Baker Hughes, aktivitas pengeboran minyak di AS masih menunjukkan tren penurunan, mencapai level terendah dalam 29 bulan terakhir. Standard Chartered (StanChart) menyatakan bahwa perlambatan produksi dan keraguan dalam kegiatan pengeboran belum sepenuhnya tercermin dalam pasar.
StanChart mengungkapkan bahwa selama sembilan bulan terakhir, tidak ada indikasi pertumbuhan berkelanjutan dalam produksi minyak mentah AS. Saat ini, produksinya berada di sekitar 13,2 juta barel per hari. Meskipun terjadi lonjakan pertumbuhan yang signifikan pada bulan Desember lalu sebesar lebih dari 1 juta barel per hari, pertumbuhan pada bulan Juni tahun ini hanya mencapai 0,3 juta barel per hari.
Selain itu, U.S. Energy Information Administration (EIA) memperkirakan produksi OPEC+ akan lebih rendah untuk sisa tahun ini.
EIA juga memproyeksikan bahwa "lebih banyak minyak akan ditarik dari inventaris global pada 2H24 dibandingkan bulan lalu."
Penurunan produksi ini diprediksi akan mendorong harga minyak semakin tinggi.
Bagikan Berita Ini