Data pergerakan harga hari sebelumnya
Open: 2360.75 | High: 2368.80
Close: 2322.23 | Low: 2316.82
Support-Resistance hari ini
Pivot: 2335.95
R1: 2355.08 | S1: 2303.10
R2: 2387.93 | S2: 2283.97
R3: 2407.06 | S3: 2251.12
Daily Average: 30 poin
Harga emas dunia melemah sebesar 1% lebih pada sesi perdagangan hari Jumat yang membuatnya gagal mencatatkan kenaikan mingguan untuk dua pekan beruntun. Tekanan pada logam mulia datang dari penguatan indeks Dollar AS yang ditopang oleh hasil data ekonomi yang lebih baik dari ekspektasi. Data yang dirilis pada hari Jumat melaporkan bahwa aktivitas bisnis di sektor jasa dan manufaktur mencatatkan kenaikan ke level tertingginya dalam dua tahun terakhir sepanjang bulan Juni ini. Data tersebut menjadi angin segar bagi Dollar AS yang sebelumnya diterpa oleh rentetan data ekonomi yang lemah dalam hal sektor tenaga kerja dan juga laju inflasi. Menguatnya indeks Dollar AS membuat logam mulia menjadi relatif lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lain sehingga memicu aksi jual menjelang akhir pekan lalu.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2321 per troy ons dan berada dalam bias bearish melihat posisinya yang kembali berada di bawah indikator Moving Average 100 pada timeframe 4 jam. Harga emas kini berpotensi melanjutkan penurunan menguji level support di area 2311 yang jika ditembus dapat memicu penurunan lebih dalam menuju level support psikologis di area 2300. Di sisi lain, penurunan tajam di akhir pekan lalu mungkin dapat menarik aksi bargain hunting di awal pekan ini yang dapat menopang harga emas memantul naik. Indikator MA100 yang disebut di atas akan menjadi target terdekat sekaligus level resistance yang perlu diuji harga emas di area 2331. Break ke atas area tersebut dapat menopang harga emas melanjutkan kenaikan mengincar level resistance berikutnya di area 2341.
Bagikan Berita Ini