• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Bank Sentral AS Pertahankan Suku Bunga, Pengaruh ke Rupiah?

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai menunjukkan peningkatan setelah data inflasi menunjukkan perbaikan. Dikutip dari CNBC, rupiah mengalami penguatan sebesar 0,15% menjadi Rp16.265/US$ pada perdagangan hari Kamis (13/6). Penguatan ini mengakhiri tren penurunan rupiah yang terjadi selama tiga hari berturut-turut sejak 10 Juni 2024.Aliran dana asing yang kembali masuk ke Indonesia tampaknya menjadi pendorong penguatan rupiah. 

Terpantau adanya pembelian bersih asing yang cukup besar mencapai Rp 2,98 triliun di seluruh pasar saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi. Namun, pembelian bersih ini sepenuhnya berasal dari transaksi di pasar negosiasi dan tunai sebesar Rp3,86 triliun, sementara pasar reguler asing masih mencatat penjualan bersih sebesar Rp 879,21 miliar.

Sentimen dari luar negeri, khususnya AS, juga mendominasi pergerakan rupiah. Pada Rabu malam (12/6/2024), AS mengumumkan inflasi turun menjadi 3,3% (year on year/yoy) pada Mei 2024, dari 3,4% (yoy) pada April. Inflasi ini mencapai level terendah dalam tiga bulan dan sesuai dengan proyeksi pasar sebesar 3,4% (yoy). Setelah pengumuman data inflasi, beberapa jam kemudian, Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25-5,50%. 

Hari ini, rupiah tampaknya masih akan dipengaruhi oleh sentimen dari AS, terkait data pasar tenaga kerja dan inflasi produsen periode Mei 2024. Pada Kamis malam, Departemen Tenaga Kerja AS merilis data klaim pengangguran mingguan yang berakhir pada 1 Juni 2024, tercatat ada 242.000 klaim. 

Angka ini naik dari pekan sebelumnya sebanyak 229.000 dan berbalik arah dari ekspektasi yang proyeksi turun ke 225.000 klaim.  Angka klaim pengangguran rata-rata dalam empat minggu berada di angka 227.000. Sementara angka klaim pengangguran lanjutan mencapai 1,82 juta, melebihi ekspektasi yang berharap hanya naik ke 1,80 juta. Data ini menunjukkan adanya penurunan di pasar tenaga kerja AS setelah akhir pekan lalu mencetak kenaikan pekerjaan di luar pertanian atau Non Farm Payroll (NFP). Data klaim pengangguran ini memberikan gambaran lebih lanjut tentang pasar tenaga kerja.

Pada Kamis malam, data ekonomi lain yang dirilis adalah indeks harga produsen yang lebih baik dari ekspektasi.Dari 2,4% secara tahunan (yoy) pada April menjadi 2,3% pada Mei. Angka ini lebih baik dari ekspektasi yang proyeksi stagnan

CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?