• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Optimisme Pasar Terhadap Penurunan Suku Bunga, bagaimana dengan rupiah?

Rupiah meningkat terhadap dolar AS seiring dengan penurunan tekanan pada indeks dolar (DXY) setelah data AS yang mendukung pemotongan suku bunga oleh The Fed dirilis. Rupiah menguat sebesar 0,06% menjadi Rp16.215/US$ pada hari Selasa (4/6).

Selama bulan Mei, Rupiah menguat di tengah deflasi sebesar 0,03% dari bulan ke bulan, yang disebabkan oleh penurunan harga pangan, terutama beras yang mengalami deflasi 0,15% dari bulan ke bulan. Pertumbuhan tahunan sebesar 2,84% terjadi, lebih rendah dibandingkan dengan konsensus yang dikumpulkan oleh CNBC Indonesia dari 13 institusi yang memperkirakan inflasi Mei 2024 akan mencapai 2,94% year on year.

Inflasi yang lebih rendah ini dianggap positif karena dapat mendorong perekonomian di tengah kemampuan konsumsi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Para pelaku pasar berharap angka pengangguran semakin besar atau lowongan pekerjaan tersedia sedikit. Hal ini karena tingginya angka pengangguran dapat menekan tingkat penghasilan warga AS dan daya beli, sehingga inflasi bisa turun dan dapat meyakinkan The Fed untuk mulai menurunkan suku bunga.

Berdasarkan data dari FedWatch, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini sebesar 99,9%. Para pelaku pasar memprediksi penurunan suku bunga tahun ini terjadi dua kali, yakni pada pertemuan September dan Desember. Pada pertemuan 18 September 2024, pasar memperkirakan The Fed menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin, sehingga target suku bunga menjadi 5,00%-5,25%. Kemudian, The Fed diperkirakan akan sekali lagi menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%-5,00% pada pertemuan 18 Desember 2024.

Keyakinan pasar saat ini lebih optimis dibandingkan sebelumnya, terutama sebelum data PMI manufaktur dan rilis pembukaan lowongan pekerjaan baru AS. Aktivitas manufaktur AS melambat untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Mei karena pesanan barang baru turun terbesar dalam hampir dua tahun, tetapi ukuran inflasi input turun kembali dari level tertinggi sejak pertengahan tahun 2022, menurut survei bulanan yang dirilis pada Senin (3/6).

CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?