pada hari Rabu (3/4/2024) karena investor terus mempertimbangkan prospek kebijakan ekonomi dan moneter global serta tingginya ketidakpastian global.
Dikutip dari CNBC, menunjukkan bahwa harga emas ditutup pada posisi US$ 2.299,17 per troy ons, naik 0,84%. Ini adalah rekor tertinggi sepanjang masa dan merupakan hari keempat berturut-turut emas mencapai puncaknya.
Emas telah menguat selama tujuh hari berturut-turut dengan peningkatan mencapai 6,3%. Pada Rabu pagi, harga emas naik tipis 0,08% menjadi US$ 2.300,99 per troy ons. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah harga emas mencapai level psikologis US$ 2.300 per troy ons.
Kenaikan harga emas terjadi meskipun imbal hasil obligasi pemerintah AS, US Treasury, meningkat dalam beberapa hari terakhir. Biasanya, harga emas akan turun ketika imbal hasil naik. Namun, penurunan nilai dolar AS telah mendukung harga emas.
Berita ini juga mencatat bahwa permintaan emas meningkat karena situasi yang memanas di Timur Tengah. Emas adalah aset yang dicari saat eskalasi geopolitik meningkat. Sebelumnya, rudal Israel telah mengenai Kantor Konsulat Iran di Damaskus, menewaskan beberapa orang.
Berita ini juga mencatat bahwa Ketua bank sentral AS, Jerome Powell, mengatakan dalam pidatonya bahwa butuh waktu yang cukup lama bagi para pengambil kebijakan untuk mengevaluasi keadaan inflasi saat ini, sehingga penentuan waktu potensi penurunan suku bunga masih belum pasti.
Emas, yang merupakan aset lindung nilai terhadap inflasi dan aset safe haven selama masa ketidakpastian politik dan ekonomi, telah melonjak lebih dari 11% sepanjang tahun ini, dibantu oleh pembelian yang kuat oleh bank sentral dan permintaan yang masih tinggi.
Bagikan Berita Ini