Data pergerakan harga hari sebelumnya
Open: 2019.73 | High: 2032.58
Close: 1992.83 | Low: 1989.97
Support-Resistance hari ini
Pivot: 2005.13
R1: 2020.28 | S1: 1977.67
R2: 2047.74 | S2: 1962.52
R3: 2062.89 | S3: 1935.06
Daily Average: 21 poin
Harga emas dunia melemah sebesar 1% lebih sepanjang hari Selasa dan menutup sesi perdagangan di dekat level terendahnya dalam dua bulan terakhir. Tekanan terhadap harga emas datang dari indeks Dollar AS yang kemarin mencatat penguatan tajam setelah dirilisnya data inflasi yang melaporkan angka lebih tinggi dari perkiraan. Hasil data kemarin semakin memperkuat argumen Federal Reserve dua pekan sebelumnya yang memastikan bahwa tidak akan ada pemangkasan suku bunga di bulan Maret. Bank sentral AS tersebut kini bahkan mendapat alasan kuat untuk mempertahankan suku bunga di level tinggi untuk beberapa waktu ke depan. Tingginya level suku bunga akan menurunkan permintaan logam mulia yang menjadi kurang menarik di mata investor karena sifatnya sebagai aset non-bunga.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $1993/troy ons dan masih berada dalam tekanan bearish dari faktor fundamental yang muncul di hari sebelumnya. Harga emas pagi ini tampak bergerak tepat di atas indikator Moving Average 100-hari yang kemarin menjadi level support kunci dan mencegahnya turun lebih dalam. Jika harga emas bergerak turun menembus indikator tersebut, maka tren bearish akan berlanjut dengan target penurunan berikutnya hingga area 1973. Di sisi lain, harga emas yang relatif rendah dapat menarik aksi bargain hunting yang dapat menopangnya memantul naik kembali ke atas level psikologis 2000 dan menguji level pivot harian di area 2005. Pergerakan stabil di atas area pivot akan meredam tekanan bearish sekaligus membuka kesempatan bagi harga emas untuk kembali ke zona harga netral.
Bagikan Berita Ini