Data Inflasi AS untuk bulan Desember 2023 menunjukan kenaikan sebesar 3,4% dibandingkan dengan bulan November 2023 sebesar 3,1%. Angka ini cenderung lebih tinggi dari prediksi pasar dalam Trading Economics yang memperkirakan Inflasi AS pada Desember 2023 naik 3,2% (year-on-year) dan 2,0% (month-to-month). meskipun demikian, untuk Inflasi inti AS pada bulan Desember 2023, yang tidak termasuk harga pangan dan energi fluktuatif, mengalami penurunan menjadi 3,9% (year-on-year). Angka inflasi inti melebihi dari ekspektasi pasar yang sebesar 3,8%.
Dikutip dari CNBC, kenaikan Inflasi terjadi karena adanya acara natal dan tahun baru, serta meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah yang menyebabkan kenaikan harga minyak mentah secara global. Angka kenaikan terbaru Inflasi berpotensi membuat Bank Sentral AS The Fed lebih berhati hati dalam menangani Inflasi, mengingat hingga saat ini Inflasi belum mencapai target yang telah ditetapkan.
Namun, untuk data Inflasi di negara Amerika Serikat telah turun tajam sejak mencapai puncak sebesar 9,1% pada bulan Juni 2022, saat terjadinya perang di Ukraina. The fed juga menanggapi bahwa kenaikan biaya pinjaman yang drastis dapat mendinginkan perekonomian dan mengurangi tekanan harga.
Bagikan Berita Ini